loading...

Rabu, 09 Agustus 2017

Menangkal Hoax (Bagian 1)


Mula-mula kita perlu tahu apa itu yang dimaksud dengan hoax. Sebab jika kita mencarinya di dalam kamus, tidak selalu tersedia, apalagi pada kamus bahasa inggris yang umum dimiliki anak-anak sekolahan. Sebuah kata memang bisa terbentuk dari kebiasaan masyarakat, seperti bahasa gaul. Sampai kapanpun kita tidak pernah bisa menemukan arti kata gue dalam bahasa Indonesia, atau kata doang


Lalu bagaimana dengan hoax? Logat orang Indonesia biasa menyebutnya “hoak”, namun ada juga yang membacanya “hooks”, namun dalam bahasa inggris bacanya memang “hooks”. Tapi hoax” sendiri adalah pelafalan dari kata hocus, konon diambil dari bahasa Yunani. Kita mungkin sulit membayangkan bagaimana orang Yunani melafalkan kata Hocus. Kalau kita orang Indonesia pasti bisa dengan mudah membacanya “hokus” atau “hocus”.

Dalam film-film surealis kerap kali hocus dilafalkan (atau terdengar) menjadi hoax. Orang Inggris bisa melafalkan x dengan tambahan s, yaiut eks. Kita orang Indonesia cukup dengan ek saja. 


Tapi ini bukan semacam—kalau istilah Jawanya—utak atik gathuk. Hocus merupakan sejenis mantra zaman dulu, yang diambil dari bahasa latin. Dalam buku karya Linda Walsh berjudul Sins Against Science. Hocus Pocus, dalam bahasa latin dibacanya hoc est corpus. Lha, bayangkan bahwa setiap huruf yang menjadi sebuah kata, dilafalkan berbeda-beda dalam berbagai bahasa. 


Hocus Pocus adalah mantra yang memperdaya orang lain, sehingga orang tersebut dengan mudah mempercayai kebohongan. 


Istilah hoax juga sering kali digunakan pada perayaan april mop. Kalau anda pernah tahu, banyak orang dikerjain, misalkan dengan mengirimkan hadiah yang mengejutkan, berita menyedihkan, dsb padahal itu hanya untuk memberikan efek terkejut. Setelah terungkap, mereka akan lekas menyadari jika itu adalah april mop. 


Barangkali istilah itu juga semakin populer ketika muncul film berjudul the hoax yang tayang tahun 2006, tapi itu adalah film yang diadaptasi dari novel Clifford Irving. Jauh sebelum itu istilah hoax juga sudah dimunculkan dalam novel berjudul Candle In the Dark karya Thomas Ady. 


Jadi hoax itu tidak jauh-jauh dari kata bohong, memperdayakan, mengejutkan, dan sejenisnya, yang kemudian dilekatkan oleh banyak hal. Termasuk informasi dan berita. Jika ada informasi bohong, lekas disebutnya hoax. 


Lalu muncul istilah hoax news, atau berita hoax untuk mengidentifikasi berita palsu. Padahal berita palsu memiliki istilah tersendiri yang disebut dengan fake news. Lantas dimana bedanya, Insyallah berlanjut di bagian kedua. 


Blitar, 9 Agustus 2017
Ahmad Fahrizal Aziz

baca juga, klik dibawah ini :
Menangkal Hoax (2)
Menangkal Hoax (3)

My Plukme

My Plukme
Klik gambar