loading...

Selasa, 27 Juni 2017

Mengabdi Lewat FLP Blitar (3-habis)

Yang menarik adalah tidak adanya batasan usia atau jenjang untuk bergabung dengan FLP Blitar. Mulai dari pelajar, mahasiswa, pekerja profesional, sampai Ibu rumah tangga. Semua tumpah ruah.


Dari segi kajian, memang tidak mematok tema berat sebagaimana yang dikaji di kampus-kampus, atau komunitas yang mengukhususkan satu ideologi tertentu. Semisal ideologi kebebasan.


Bisa saling berbagi soal buku bacaan, sehingga antar anggota mulai cinta membaca saja sudah sangat disyukuri. Lebih-lebih jika mau menulis, entah esai sederhana seputar pengalaman hidup, sampai menulis karya sastra.


Lebih bersyukur lagi jika sampai ada karya yang masuk media massa. Minimal mewarnai jagad dunia maya dengan tulisan-tulisan di website FLP Blitar.


Beberapa kegiatan lain seperti Goes to School, berkunjung ke sekolah-sekolah untuk lebih memperkenalkan dunia sastra dan kepenulisan, juga bagian dari bentuk pengabdian.


Memang tidak semua siswa yang dikunjungi akan merespon positif, bahkan ada yang hanya menganggapnya angin lewat. Namun entah hanya satu atau dua orang, pasti ada yang tertarik untuk mendalami.


Itulah sebagian kecil dari bentuk pengabdian lewat FLP Blitar. Memang tidak menawarkan secara langsung keuntungan materi, tapi lebih menguatkan lagi hal-hal immaterial seperti pengayaan wawasan, perspektif, sampai perenungan.


Karena bagaimanapun, ketika mencipta karya, proses perenungan, pembacaan atas diri sendiri secara langsung akan terjadi. Mungkin dengan begitu akan menemukan makna-makna.


Dalam hidup, kehilangan makna jauh lebih mengerikan dari kehilangan apapun. Kehilangan makna berarti pula kehilangan hidup. Untuk apa melakukan ini itu, memiliki ini itu, tapi terasa hambar dan tak bermakna.


Kehadiran sesepuh di FLP Blitar, seperti Pak Budiyono dan Oma Merry Moe yang turut serta aktif dalam kegiatan, semakin memperkuat para pegiat di FLP Blitar untuk mendiskusikan soal makna-makna.


Selamat mengabdi : Berbakti, Berkarya, Berarti. []


~ A Fahrizal Aziz

My Plukme

My Plukme
Klik gambar