loading...

Kamis, 25 Agustus 2016

Kebutuhan akan Forum Diskusi

Diskusi santai bersama Yusuf Hamdani dan Mas Hasnan Bachtiar di Kantor PSIF



Dalam hidup, kebutuhan akan persepsi sebenarnya sangat penting. Persepsi/Paradigma/cara pandang kemudian mempengaruhi sikap. Baik sikap secara pribadi, atau kolektif.

Ketika berorganisasi, biasanya kita belajar dari ideologi organisasi tersebut. Meskipun tidak semua organisasi punya ideologi. Ideologi adalah kayakinan atas persepsi kolektif.
Katakanlah, anda aktif di ormas A yang punya persepsi atas fiqh dengan ketentuan ini itu, maka kita pun akan menjalankannya dalam kehidupan. Ideologi tersebut disatu sisi bahkan mempengaruhi cara berpakaian.

Jika dikupas, ideologi itu terbentuk karena persepsi, ide-ide, pemikiran, yang umumnya merupakan kesepakatan kolektif. Karena kesepakatan kolektif, maka itu akan menjadi semacam instruksti, atau sampai pada doktrin.

Tapi ideologi biasanya sudah menjadi satu sistem formal. Sementara, ketika muncul isu-isu temporer atau kontemporer, kerap kali kita dibuat bingung bagaimana harus bersikap. Atau mungkin kita sudah bersikap, tapi tanpa keyakinan yang kuat.

Disinilah kita perlu persepsi. Kita bisa mengais persepsi dari kolom-kolom opini di media massa, atau melalui forum diskusi. Jadi, pointnya, forum diskusi itu mengolah persepsi agar lebih kaya, lebih berkembang.

Seberapa penting persepsi? Bagi diri kita pribadi, persepsi sangat penting, karena itu ibarat kartu yang menentukan bagaimana kita bersikap. Misal, persepsi kita terhadap yang berbeda keyakinan. Kadang kita mengunyah dua jenis persepsi. Persepsi yang tertutup dan terbuka.

Yang tertutup, biasanya akan memunculkan sikap saling curiga, bermusuhan, dan keruh. Yang terbuka, akan bersikap humble, klarifikatif, dan positif. Jika dalam sebuah kelompok besar yang dominan adalah persepsi tertutup, kita bisa membayangkan betapa akan kacaunya. Pengrusakan tempat ibadah yang berbeda dengan keyakinannya, terjadi karena sebagian besar menelan persepsi yang tertutup.

Dari sini, kita menyadari betapa pentingnya pengayaan persepsi. Betapa pentingnya orang memiliki sudut pandang yang beragam, agar lebih terbuka. Tidak tertutup, fanatik, dan emosionil.

Maka forum-forum diskusi itu patut dilestarikan sebagai media pengayaan persepsi. Karena bernama diskusi, bukan ceramah, apalagi khutbah, maka forum diskusi bisa lebih mengakomodir pemikiran/gagasan/ide orang-orang disekitarnya. Tidak satu arah. Kalau satu arah namanya bukan diskusi, tapi doktrinasi.

Diskusi juga, melatih orang untuk terbiasa berpendapat dengan logika, argumentasi. Biasanya, agar ia punya persepsi/gagasan yang bagus, baca buku dulu sebelum berpendapat. Itu sangat baik untuk kesehatan berfikir.

Maka, diskusi itu bukan paket aktivitas omong kosong, melainkan bagian penting dari diri kita sebagai manusia, yang butuh saluran untuk mengemukakan opini, memperkaya persepsi, serta belajar berargumentasi. Agar tidak gampang main fisik, melukai orang lain. Agar tidak gampang jengkel, emosi, karena fikiran kosong tak terisi. (*)

Blitar, 25 Agustus 2016
A Fahrizal Aziz

My Plukme

My Plukme
Klik gambar