loading...

Selasa, 11 November 2014

Catatan LID IMM UIN Malang (1)



Oktober 2014
Saya dihubungi Danita untuk menjadi salah satu instrukutur LID (Latihan Instruktur Dasar). Rencana, LID akan dilaksanakan tanggal 31 Oktober hingga 2 November. Kemudian, saya croschek ke Ircham yang menjabat ketua Korkom, selain itu saya juga mengirim pesan singkat ke beberapa orang yang diinformasikan Dani sebagai instruktur, untuk memastikan informasi kebenarannya.

Jika sms masuk tanggal 28, dan acara dilaksanakan tanggal 31. Itu berarti, hanya tersisa tiga hari untuk menggelar LID. Saya langsung memikirkan beberapa hal : apakah sudah ada konsep? Harusnya belum, karena konsepnya tentu dibuat oleh instruktur. Apakah sudah ada jadwal acara beserta narasumber yang akan mengisi LID? Harusnya belum juga, karena semua itu adalah kerjaan instruktur.

Konsep secara umum ada di SPI (Sistem Perkaderan Ikatan) beserta rekomendasi materi dan silabusnya. Tetapi, apa yang ada di SPI tentu harus dikonversi agar lebih sesuai dengan tujuan dan kondisi lokal, terutama dalam IMM UIN Malang. Waktu tiga hari tentu tidak cukup. Untunglah kemudian ada pemberitahuan kalau LID diundur tanggal 7-9 November 2014. Jadi, ada waktu 1 minggu untuk persiapan. Meskipun waktu 1 minggu tak bisa juga dibilang cukup.

Biasanya, LID diselenggarakan cabang. Kali ini, pihak cabang telah memberikan keleluasaan bagi komisariat atau korkom untuk melaksanakan LID sendiri. Sebenarnya, sebelum kebijakan ini dibuat, beberapa korkom dan komisariat sudah banyak yang melaksanakan acara sejenis dengan nama berbeda. Semisal LIK (Latihan instruktur Komisariat) dan juga TOT (Training of Trainer).

Dalam LID perdana IMM UIN Malang ini, secara pribadi saya menyarankan MOT dan wakil MOT. Semua Instruktur adalah alumnus LID PC IMM Malang. Saya, Uzieck dan Fajrin adalah alumnus LID 2011. Fatin, Alam, Husnul dan David adalah alumnus LID 2013. MOT-nya adalah Uziek, dan Wakil MOTnya adalah Husnul. Sisanya sebagai tim instruktur.

Meskipun Tim Instruktur semuanya adalah almunus LID dan juga anggota resmi dari korps Instruktur PC IMM Malang, namun jujur saja, tak ada komunikasi koordinatif yang bersifat organisasional. Seharusnya, Tim Instruktur (sekalipun semuanya adalah domisioner IMM UIN Malang) mendapatkan mandat tertulis atau setidaknya pemberitahuan dari pihak Cabang. Apalagi, ini adalah LID perdana yang diselenggarakan Korkom IMM UIN Malang.

Kedepan, fungsi struktural tidak boleh diabaikan. Karena bagaimanapun, LID masihlah bagian dari tugas cabang, dan belum ada keputusan tertulis (entah berupa SK atau surat pengalihan wewenang) bahwa LID diselenggarakan oleh komisariat. Segalanya masih bersifat verbal. Seharusnya, sebagai sebuah organisasi, fungsi administratif tersebut diindahkan. Agar ada landasan yang kuat ketika melaksanakan sebuah program.

Untuk Korkom dan Komisariat, tentu harus lebih kritis dan analitis. Agar ada saling koreksi. Salah satunya, soal mekanisme pembentukan korps instruktur. Biasanya, LID yang diselenggarakan Cabang, ada proses filterisasi (penyaringan). Tidak semua peserta LID lulus menjadi Instruktur. Yang lulus itulah kemudian dijadikan korps Instruktur dan memiliki wewenang untuk memandu sebuah perkaderan.

Lantas, ketika LID kemudian diselenggarakan Korkom atau komisariat, bagaimana mekanisme pembentukannya? Dan apakah alumnus LID itu juga bagian dari korps instruktur cabang?

Tetapi yang jelas, para alumnus LID IMM UIN Malang ini akan menjadi instruktur DAD di komisariat mereka masing-masing. Korkom IMM UIN Maliki sudah melaksanakan LID, dan sekarang giliran cabang membuat mekanisme atau kebijakannya terkat korps instruktur beserta tupoksi-nya. Kalau bisa secara tertulis dan lebih sistematis, bukan lagi secara verbal (sekedar kata-kata).

My Plukme

My Plukme
Klik gambar