loading...

Kamis, 03 April 2014

165 menit di Universitas Katolik Parahiyangan



Ini untuk pertama kalinya saya berkunjung ke Unpar (Universitas Parahiyangan) yang terletak di jalan Ciumbuleuit kota Bandung. Diantarkan sebuah taxi kuning ber plat D bernomor 809, saya dan 12 teman dari Redaksi Majalah Suara Akademika akhirnya tiba di Universitas katolik tersebut. Yang unik dari kunjungan itu adalah, kami mahasiswa UIN (Universitas Islam Negeri) sementara Unpar adalah Universitas Katolik. Bagi saya pribadi, ini akan menjadi pengalaman yang menarik dan bersejarah.

Kami kesana untuk studi banding majalah parahiyangan yang cukup eksis, baik dalam versi cetak, online maupun melalui media sosial. Sejauh ini, Suara Akademika sudah membuat portal online melalui website kemahasiswaan, dan Download Majalah versi PDF. Tinggal untuk media sosialnya yang perlu ditekankan.

Kami langsung disambut oleh divisi humas, dan awak redaktur Majalah Parahiyangan dan Media Parahiyangan. Sebagai Universitas Swasta, Unpar membagi kebijakan, antara kebijakan kampus dengan yayasan. Yang terlihat dalam pertemuan, antara Yayasan, kampus, dan mahasiswa, bisa berjalan berdampingan. Bahkan pengelola juga dari Eksekutif Mahasiswa.

Itulah yang berangkali membedakan sistem pengelolaan majalah di UIN Malang. UIN Malang sendiri, termasuk salah satu kampus yang cukup eksis dalam penerbitan media. Misalkan, infopub punya tabloid Gema, Kemahasiswaan memiliki Suara Akademika. Gema lebih menjadi media informatif, dan Suara Akademika lebih mengusung ide jurnalis inspiratif. Bedanya, Suara Akademika punya rubrik wawancara, opini, resensi, dan sastra.

Selama 165 menit kami berada disana, berbincang banyak hal seputar penerbitan, sekaligus berdiskusi terbuka. Mulai dari pendanaan majalah, distribusi, hingga pengelolaan keredaksian.

Setelah acara studi banding, kami diajak jalan-jalan oleh salah seorang pemandu. Mengelilingi Unpar. Melihat lebih dekat aktivitas mahasiswanya. Saya jadi ingat bahwa panulis favorit saya, Dee Lestari adalah alumnus kampus ini. Begitupun penyanyi yang tengah populis kini, Tulus. Juga alumnus kampus ini.

Semoga kami bisa belajar banyak hal dari Unpar. Tidak hanya dari majalah, tapi juga belajar meluruhkan perbedaan yang ada.

My Plukme

My Plukme
Klik gambar