loading...

Selasa, 25 September 2012

Menolak Terorisme



Terorisme sudah menjadi sebuah paham. Untuk itulah disambungkan dengan kata “isme”. Jika demikian, maka sudah pada level yang memprihatinkan. Pihak BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) berkerjasama dengan Pesantren Al Hikam Malang mengadakan Workshop Anti Teorirmse yang diadakan di Aula Pesantren Al Hikam. Saya hadir sebagai peserta, mewakili IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) Cabang Malang.

Acara tersebut berlangsung selama tiga hari, 21-23 September 2012. Kami menginap di salah satu hotel yang tak jauh dari lokasi acara.

Workshop tersebut dihadiri oleh perwakilan BNPT dan tentunya pihak tuan rumah. Dari Alhikam, datang langsung KH. Hasyim Muzadi. Pengasuh Ponpes dan juga mantan ketua PBNU. Dari sekian banyak tokoh NU, KH. Hasyim Muzadi termasuk salah satu yang paling saya kagumi. Karena menurut saya, integritas keislaman dan keilmuannya begitu kuat.

Para peserta, rata-rata dari kalangan Nahdhliyin. Seperti dari IPPNU, Muslimat, GP Ansor, dll. Ada juga peserta undagan lintas organisasi seperti IMM, FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) dan pengurus Pondok Pesantren lainnya.

Berada di forum workshop tersebut, saya serasa reuni. Karena meskipun saya perwakilan dari IMM, tetapi sejak kecil saya hidup dalam kultur NU yang kuat. Saya sering ikut tahlilan, diba’an, dll. Bahkan saya belajar membaca Alquran dan kitab-kitab kuning di LP Ma’arif NU. Mulai dari TPA hingga Madrasah Diniyah.

Forum tersebut dikemas dengan cukup menarik. Hari terakhir, workshop dilaksanakan lesehan di perpustakaan. Penjamuan makanannya pun juga mirip dengan acara walimahan.

Beberapa narasumber hadir dalam acara tersebut, mulai dari pihak BNPT, BIN (Badan Intelejen Negara) dan akademisi.

Semoga saja, virus-virus radikalisme yang sudah mencapai pada aksi teror tak tumbuh lebih banyak lagi di Indonesia. Meskipun untuk menumpasnya juga tak mudah. Semuanya, berawal dari ideologi eksklusif. Setelah mengikuti workshop ini, saya berharap bisa lebih terbuka memandang kehidupan. Semoga.

My Plukme

My Plukme
Klik gambar